Friday , 27 May 2022
Home / Bisnis / Transmutasi kala lesunya properti

Transmutasi kala lesunya properti

Untuk bisa tumbuh, pengembangnya harus kreatif dalam membuat produk dan harga terjangkau. Jika itu terpenuhi, saya yakin market meningkat.Jakarta (ANTARA) – Sebagai seorang tenaga pemasaran produk properti, Luthfi kerap menawarkan secarik kertas, yang merupakan lembaran harapan rezeki bagi dirinya.

Namun, bagi orang yang ditawarkan, kertas itu barangkali hanya dinilai sebagai tulisan persuasif tentang unit hunian yang sedang coba dijualnya.

“Sekarang susah, bahkan kadang satu bulan lebih saya tidak bisa jualan,” ungkap Luthfi kepada Antara, di sela-sela aktivitasnya.

Satu per satu ia tatap mata tamu, diiringi senyum berkembang menawarkan selebaran informasi perumahan. Kadang, senyum pun tak berbalas, seketika itu penolakan langsung adalah hal nyata, sehingga sirna pula kesempatannya dalam meraih optimisme targetnya.

“Saya merasakan semakin tahun makin susah jualan rumah, apalagi tiga tahun terakhir, satu saja susah dalam sebulan,” keluh Luthfi yang fasih dalam mengenali area strategis kawasan Bintaro, Tangerang.

Sembari merapikan tumpukan brosur, ia sempat merapikan setelan jasnya seraya menjelaskan bahwa sudah berbagai cara pendekatan ditawarkan kepada konsumen, utamanya perlakuan spesial pada rumah yang berharga setara Rp1 miliar.

Kerap kali, kesepakatan urung terjadi. Luthfi menilai bahwa daya beli masyarakat atau pola investasi properti yang digandrungi sudah bergeser.

Luthfi tidak sendirian, ia hanya kepingan kecil yang mengeluhkan adanya penurunan daya tarik minat masyarakat luas terhadap properti. Bahkan, banyak pengamat menegaskan jika sektor properti sedang dalam kondisi lesu.

Namun, di tengah-tengah fenomena kepayahan sektor properti tersebut, justru mulai muncul konsep baru yang diracik para pemikir usaha serta gaya hidup yang diinginkan.

Salah satunya adalah konsep co-living atau persewaan properti yang lebih memuat banyak konsumen dalam satu tempat. Penerapan konsep ini lumrah ditemukan di kota-kota besar, mengingat minimnya lahan yang tersedia, tapi memiliki banyak permintaan properti dengan harga yang terjangkau.

 

Berita Bisnis | Sumber : Transmutasi kala lesunya properti

Check Also

KKP berdayakan perempuan nelayan dengan pelatihan diversifikasi usaha

KKP berdayakan perempuan nelayan dengan pelatihan diversifikasi usaha

Program ini merupakan salah satu prioritas KKP untuk memajukan masyarakat kelautan dan perikanan termasuk di …

Leave a Reply

Your email address will not be published.