Thursday , 19 May 2022
Home / Uncategorized / Terpuruk lagi, IHSG anjlok 1,6% di sesi II

Terpuruk lagi, IHSG anjlok 1,6% di sesi II

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terpuruk di akhir sesi II hari ini (18/8). Data RTI menunjukkan, pada pukul 16.00 WIB, indeks tercatat turun 1,63% menjadi 4.510,47.

Ada 220 saham yang merosot. Sementara, jumlah saham yang naik sebanyak 56 saham dan 65 saham lainnya tak bergerak. Volume transaksi perdagangan sore ini melibatkan 3,961 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp Rp 3,899 triliun.

Sepuluh sektor kompak memerah. Tiga sektor dengan penurunan terdalam di antaranya: sektor industri lain-lain turun 3,88%, sektor industri dasar turun 3,21%, dan sektor keuangan turun 2,63%.

Tiga saham top losers pada indeks LQ 45 antara lain: PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) turun 11,05% menjadi Rp 338, PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) turun 7,27% menjadi Rp 408, dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) turun 6,37% menjadi Rp 1.910.

Sedangkan tiga saham yang berada di jajaran top gainers indeks LQ 45 sore ini yaitu PT XL Axiata Tbk (EXCL) naik 10,77% menjadi Rp 2.880, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) naik 3,21% menjadi Rp 1.610, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 1,45% menjadi Rp 5,250.

IHSG tidak sendiri. Sore ini, hampir seluruh pasar saham di kawasan regional dilanda aksi jual. Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 17.01 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific tertekan 0,6% menjadi 137,07 dan menuju level terendah sejak 8 Januari lalu.

Indeks acuan Thailand, SET Index mencatatkan penurunan terbesar yakni 2,8% menuju level terendah sejak Maret 2014. Pemicunya adalah ledakan bom yang mengguncang Bangkok pada Senin sore kemarin.

Sementara itu, indeks Topix Jepang ditutup di posisi sama dengan level pembukaan. Sedangkan indeks Kospi Korea Selatan turun 0,6%, indeks Taiex Taiwan turun 0,4%, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,2%, dan indeks NZX 50 Selandia Baru turun 0,3%. Penurunan juga terjadi pada indeks Straits Times sebesar 0,3%.

“Investor berlari keluar pasar saham saat pemerintah gagal memberikan dukungan terhadap pasar,” jelas Steve Wang, the Chief China economist Reorient Financial Markets Ltd di Hong Kong.

Check Also

Raih Peringkat 9 Perguruan Tinggi Terbaik, Universitas Pancasila Catat Berbagai Prestasi

Universitas Pancasila Raih Peringkat Sembilan Dari 50 PTS Terbaik di DKI Jakarta

JAKARTA – Lewat kerjasama dan kerja keras civitas academica Universitas Pancasila, prestasi perguruan tinggi yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published.