Thursday , 12 May 2022
Home / Uncategorized / Si Biru yang Kian Mempesona

Si Biru yang Kian Mempesona

Bagi negara dengan populasi penduduk cukup besar seperti Indonesia, keterjaminan pasokan energi untuk kebutuhan masyarakat merupakan hal yang tak bisa ditawar-tawar. Selain itu, tata kelola yang baik serta keseriusan pemerintah akan ketersediaan pasokan energi juga mutlak diperlukan.

Bila salah urus, persoalan energi kerap menimbulkan masalah di masyarakat. Fakta membuktikan, kebijakan mengenai harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi begitu seksi dan selalu muncul manakala dikaitkan dengan isu politik. Bahkan, sektor energi sering menjadi pemicu polemik di masyarakat ketika dijadikan sebagai alat penentu kemenengan dalam setiap gelaran Pemilihan Umum Presiden.

Hal itu tidak terbantahkan. Permintaan BBM kian hari semakin tak terkendali karena satu sisi kebutuhan masyarakat terus bertambah namun di sisi lain pasokan terus berkurang. Perlahan tapi pasti. Kini, status Indonesia sebagai penghasil minyak pun bergeser menjadi salah satu negara pengimpor BBM terbesar di dunia.

Lalu, apa solusinya? Tidak ada pilihan yang dapat dilakukan Indonesia untuk menjamin ketersediaan pasokan, selain mencari dan mengoptimalkan sumber-sumber energi di luar BBM. Salah satunya adalah gas bumi. Kondisi itu menjadi dasar mengapa industri gas yang selama ini terkesan kurang dilirik, ke depan justru diyakini banyak pihak bakal semakin menggiurkan. Tidak heran, bila PT Pertamina (Persero) -yang selama ini terlalu identik dengan perminyakan- mengambil peran penyediaan dan pengelolaan gas bumi, dengan mendirikan PT Pertamina Gas (Pertagas) pada tahun 2007.

Di kalangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sendiri, pemerintah punya PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang sedari awal didirikan memang fokus pada bidang transmisi dan distribusi gas bumi. Cikal bakal perusahaan ini berasal dari I.J.N Eindhoven & Co, milik Belanda. Kemudian, dinasionalisasi pada era Presiden Soekarno menjadi Perusahaan Nasional (PN) Gas dan pada 13 Mei 1965 bermetamorfosa jadi Perusahaan Gas Negara (PGN).

Status hukum PGN pun terus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Semula sebagai Perusahaan Umum (Perum), di tahun 1994 menjadi Perseroan Terbatas (PT). Lalu, pada 15 Desember 2003 bertransformasi menjadi perusahaan terbuka (listed) melalui pencatatan sahamnya di PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dari waktu ke waktu, bidang usaha yang digeluti PGN juga semakin berkembang. Pada awal pendirian hanya menangani gas buatan dari batubara dan minyak dengan teknik catalytic reforming dan sejak 1974 mulai mengalirkan gas alam di Kota Cirebon, kini lingkup usahanya menjadi semakin luas. Belakangan, selain distributor, juga merambah bisnis ke sektor hulu dengan menangani bidang transmisi, dimana PGN berfungsi sebagai transporter.

Check Also

Raih Peringkat 9 Perguruan Tinggi Terbaik, Universitas Pancasila Catat Berbagai Prestasi

Universitas Pancasila Raih Peringkat Sembilan Dari 50 PTS Terbaik di DKI Jakarta

JAKARTA – Lewat kerjasama dan kerja keras civitas academica Universitas Pancasila, prestasi perguruan tinggi yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published.