Sunday , 22 May 2022
Home / Korporasi / RNI Lakukan ‘Subsidi Silang’ Antaranak Perusahaan

RNI Lakukan ‘Subsidi Silang’ Antaranak Perusahaan

Jakarta (benchmarknews.co) – Perusahaan BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia Persero (RNI) melakukan program sejenis ‘subsidi silang’ antaranak perusahaan. Program ini menjadi bagian penting dari konsolidasi antaranak perusahaan pada 2016.

Direktur Utama PT RNI Didik Prasetyo mengatakan, anak perusahaan yang memiliki keuntungan besar akan menutup kerugian anak perusahaan lainnya melalui perusahaan induk (holding). Besarnya bantuan itu, kata Didik, tidak lebih dari 50% dari keuntungan anak perusahaan yang berkinerja positif.

“Contohnya, salah satu anak perusahaan kami yang masih merugi adalah PT Perkebunan Mitra Ogan. Nanti bisa dibantu oleh anak perusahaan seperti PT Phapros yang pertumbuhannya cukup baik pada 2015,” ujar Didik di Semarang, Sabtu (12/3).

PT Perkebunan Mitra Ogan, yang bergerak dalam bidang agroindustri tanaman kelapa sawit dan karet, merugi  Rp 60 miliar pada 2015. Sementara laba bersi PT Phapros yang  bergerak di bidang farmasi meningkat dari Rp45,88 miliar pada 2014 menjadi Rp53 miliar pada 2015.

“Saya ingin semua keadaan perusahaan bisa terbuka pada 2016, agar segala hal negatif bisa ditangani dengan baik,” ujar dia, sepeti dikutip dari antaranews.com.

Pada 2016, RNI fokus melakukan konsolidasi antaranak perusahaan guna meningkatkan kinerja. “Pada tahun ini, kami ingin merangkul semua anak perusahaan RNI dan melakukan pembenahan untuk semua hal yang memang harus diperbaiki,” ujar dia.

Beberapa hal yang perlu dibenahi, menurut Didik, meliputi aspek bisnis, pertanian tebu dan sumber daya manusia. Dia yakin hal tersebut bisa selesai dalam satu tahun agar target pemantapan performa perusahaan pada 2017-2018 bisa dipenuhi. “Jadi semuanya akan ditata, termasuk melakukan standardisasi pabrik-pabrik,” tegas Didik. (mp)

Jakarta (benchmarknews.co) – Perusahaan BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia Persero (RNI) melakukan program sejenis ‘subsidi silang’ antaranak perusahaan. Program ini menjadi bagian penting dari konsolidasi antaranak perusahaan pada 2016.

Direktur Utama PT RNI Didik Prasetyo mengatakan, anak perusahaan yang memiliki keuntungan besar akan menutup kerugian anak perusahaan lainnya melalui perusahaan induk (holding). Besarnya bantuan itu, kata Didik, tidak lebih dari 50% dari keuntungan anak perusahaan yang berkinerja positif.

“Contohnya, salah satu anak perusahaan kami yang masih merugi adalah PT Perkebunan Mitra Ogan. Nanti bisa dibantu oleh anak perusahaan seperti PT Phapros yang pertumbuhannya cukup baik pada 2015,” ujar Didik di Semarang, Sabtu (12/3).

PT Perkebunan Mitra Ogan, yang bergerak dalam bidang agroindustri tanaman kelapa sawit dan karet, merugi  Rp 60 miliar pada 2015. Sementara laba bersi PT Phapros yang  bergerak di bidang farmasi meningkat dari Rp45,88 miliar pada 2014 menjadi Rp53 miliar pada 2015.

“Saya ingin semua keadaan perusahaan bisa terbuka pada 2016, agar segala hal negatif bisa ditangani dengan baik,” ujar dia, sepeti dikutip dari antaranews.com.

Pada 2016, RNI fokus melakukan konsolidasi antaranak perusahaan guna meningkatkan kinerja. “Pada tahun ini, kami ingin merangkul semua anak perusahaan RNI dan melakukan pembenahan untuk semua hal yang memang harus diperbaiki,” ujar dia.

Beberapa hal yang perlu dibenahi, menurut Didik, meliputi aspek bisnis, pertanian tebu dan sumber daya manusia. Dia yakin hal tersebut bisa selesai dalam satu tahun agar target pemantapan performa perusahaan pada 2017-2018 bisa dipenuhi. “Jadi semuanya akan ditata, termasuk melakukan standardisasi pabrik-pabrik,” tegas Didik. (mp)

 

Check Also

PI Canangkan Bangun Satu Hektar Satu Kecamatan

Jakarta – Para pengembang properti yang tergabung dalam Pengembang Indonesia (PI), bertekad akan membangun rumah …

Leave a Reply

Your email address will not be published.