Thursday , 12 May 2022
Home / Uncategorized / Percepatan Infrastruktur

Percepatan Infrastruktur

Pemerintah Indonesia telah menetapkan beberapa target pembangunan infrstruktur strategis yang akan dibangun hingga lima tahun ke depan. Diprediksi, total kebutuhan investasi infrstruktur prioritas di tanah mencapai Rp5.452 triliun. Hal ini memastikan Indonesia sebagai magnet pasar kontruksi terbesar, baik di ranah ASEAN maupun global. Karenanya, seluruh pelaku kontruksi nasional dituntut bersiap diri menyambut peluang sekaligus tantangan tersebut.

Industri kontruksi domestik yang unggul, mandiri, dan berdaya saing tinggi adalah persyaratan wajib dalam menghadapi serta memenangi persaingan pasar ASEAN maupun global. Kerja sama antar berbagai elemen dengan pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk membangun semangat Indonesia incorporated.

Direktur Jenderal Bina Kontruksi Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR), Yosid Toyib, dalam seminar bertajuk “Teknologi Peralatan Pembangunan Jalan Beton Slipform Paver dan Teknologi Pengeboran untuk Menunjang Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Indonesia”, pada pertengahan Mei 2015, di Jakarta, mengatakan, tahun ini alokasi anggaran Kementerian PU-PR dalam RAPBN-P telah ditetapkan sebesar Rp118 triliun.

Hal itu menunjukan betapa pemerintah memiliki komitmen kuat mewujudkan pembangunan infrastruktur dalam upaya menunjang sektor lain menjadi semakin tumbuh dan berkembang. Atas kondisi tersebut, maka amat diperlukan ketersediaan peralatan konstruksi berteknologi tinggi.

“Contohnya dalam pembangunan jalan baik jalan beton maupun jalan dalam terowongan, kita membutuhkan peralatan yang dapat mengerjakan dengan cepat dan hasil yang lebih baik serta ramah lingkungan”, tutur Toyib, sapaan akrabnya.

Toyib menjelaskan, Kementerian PU-PR menargetkan tiga infrastruktur prioritas utama dalam menjalankan program kerja kementerian hingga tahun 2019; konektivitas jalan, sumber daya air, serta pemukiman dan perumahan. “Ketiga infrastruktur prioritas tersebut juga terangkum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015”, tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian PU-PR berencana dalam lima tahun ke depan akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur seperti jalan, air bersih, jalan lingkungan, drainase, sanitasi, dan pengelolaan persampahan pada kawasan perbatasan. Untuk itu, tahun ini kementerian akan mengucurkan dana sekitar Rp8,8 triliun.

Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan di sektor Sumber Daya Air sebesar Rp1,2 triliun, sektor Bina Marga Rp5,3 triliun, sektor Cipta Karya Rp1,3 trilun, dan sektor Perumahan Rakyat sebesar Rp884 miliar. Anggaran ini berasal dari APBN senilai Rp4,9 trilun dan APBN-P 2015 sebesar Rp3,6 triliun.

Check Also

Raih Peringkat 9 Perguruan Tinggi Terbaik, Universitas Pancasila Catat Berbagai Prestasi

Universitas Pancasila Raih Peringkat Sembilan Dari 50 PTS Terbaik di DKI Jakarta

JAKARTA – Lewat kerjasama dan kerja keras civitas academica Universitas Pancasila, prestasi perguruan tinggi yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published.