Monday , 4 July 2022
Home / Finansial / Pentingnya stimulus mitigasi kesehatan bagi penanganan COVID-19

Pentingnya stimulus mitigasi kesehatan bagi penanganan COVID-19

Mereka (tenaga medis) ada di depan yang menghadapi risiko paling besarJakarta (ANTARA) – Kondisi pasar keuangan global makin bergejolak akibat penyebaran COVID-19 yang masif ke berbagai belahan dunia, terutama sejak awal Maret 2020.

Meski wabah tersebut mulai mereda di China dan Korea Selatan, namun di negara-negara Eropa dan Asia lainnya, COVID-19 justru sedang memasuki masa kritis, termasuk di Indonesia.

Kondisi itu yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melorot drastis dari posisi pada Senin (2/3) 5.455,05 menjadi 4.194,94 pada Jumat (20/3).

BEI sempat melakukan kebijakan penolakan otomatis (auto rejection) asimetris dan pembekuan perdagangan sementara (trading halt) untuk mencegah kepanikan pasar.

Pergerakan mata rupiah juga mengalami hal yang serupa, dari posisi pada Senin (2/3) senilai Rp14.375 per dolar AS, makin melemah hingga berada pada Rp15.960 per dolar AS pada Jumat (20/3).

Beberapa analis menyatakan ketidakpastian ini dipengaruhi oleh lambatnya penanganan pemerintah terhadap COVID-19 dan peningkatan kasus positif Corona di Indonesia.

Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan kondisi yang terjadi di bursa saham itu merupakan sentimen negatif dan tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.

Saat ini OJK juga menilai fundamental pasar modal Indonesia masih dalam keadaan bagus dan tidak mengalami masalah dari sisi tata kelola.

Bank Indonesia (BI) ikut memberikan respons atas pelemahan rupiah dengan mengucurkan hingga Rp300 triliun sejak awal tahun untuk intervensi pasar untuk menahan turunnya rupiah.

Intervensi itu dilakukan di pasar spor, pasar Domestic Non Delivery Forward (DNDF) maupun pembelian kembali Surat Berharga Negara (SBN) yang dilepas investor asing di pasar sekunder.

Dalam rapat kabinet terbatas pada Jumat (20/3), Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta dukungan seluruh pihak dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini dan ke depan dari dampak pandemi COVID-19.

Presiden meminta dukungan dari asosiasi usaha, kelompok profesi, serikat buruh, serikat pekerja, himpunan nelayan dan petani dalam menghadapi potensi turunnya kinerja ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi kita yang semula diproyeksikan 5-5,4 persen akan mengalami penurunan. Tantangan ini harus kita hadapi dan kita jawab,” ujar  Presiden Jokowi.

 

Berita Finansial | Sumber : Pentingnya stimulus mitigasi kesehatan bagi penanganan COVID-19

Check Also

Dolar turun terhadap beberapa mata uang, bitcoin naik ke rekor puncak

Dolar jatuh ke terendah satu minggu saat saham capai rekor tertinggi

New York (ANTARA) – Dolar AS merosot ke posisi terendah satu minggu terhadap sekeranjang mata …

Leave a Reply

Your email address will not be published.