Sunday , 3 July 2022
Home / Keuangan & Perbankan / Naik Kereta Cepat Perjalanan Madinah-Makkah Jadi Singkat | Property & Bank

Naik Kereta Cepat Perjalanan Madinah-Makkah Jadi Singkat | Property & Bank

UMUM – Jika Anda pernah melaksanakan ibadah haji atau umroh, pasti pernah merasakan perjalanan jauh selama 6 jam lebih menggunakan bus dari Mekkah ke Medinah yang berjarak 490 km ini. Meski didukung dengan bus yang bagus dan jalan yang mulus, saat ini pemerintah Saudi tidak memperkenan para sopir yang yang mengendarai busnya memacu dengan kecepatan tinggi tanpa driver cadangan mengingat tingginya angka kecelakaan akibat kecepatan tinggi atau kelelahan.
Belum lagi jika terjadi badai gurun yang membuat penglihatan pengemudi terhalang. Akibatnya waktu tempuh yang harus dilakukan para jamaah umroh atau haji sembari memakai baju ihram, semakin panjang,
Saat ini ada pilihan lain untuk mempersingkat waktu perjalanan dengan menggunakan kereta cepat Harramain High Speed Railway (HHSR). Sayangnya, belum banyak informasi yang diperoleh jamaah haji dan umroh tentang fasilitas kereta cepat ini meski sudah diresmikan beberapa waktu lalu operasionalnya oleh pemerintah Saudi.
Penasaran untuk mencoba secara langsung kemampuan kereta cepat listrik milik Saudi ini, maka dalam perjalanan umroh 18 Mei 2022 lalu, saya dan istri sengaja memesan tiket kelas bisnis yang dibanderol 750 real berdua untuk rute Madinah ke Makkah. Untuk tidak terlalu merepotkan membawa-bawa koper karena menggunakan pakaian ihrom, sebagian barang kami titip kepada travel yang membawa jamaah menggunakan bus.
Sebenarnya tiket HHSR bisa diperoleh melalui travel agent di Jakarta dan bisa dibeli sebelum berangkat, persis seperti Anda membeli tiket kereta cepat Shinkansen sebelum ke Jepang. Pembelian tiket juga bisa melalui website HHSR atau langsung di loket di stasiun. Tapi saat akhir pekan dan musim libur sekolah atau di jam-jam favorit, pemesanan harus dilakukan lebih awal.
Karena tanpa rencana, baru muncul naik kereta cepat HHSR di tanah suci, kami meminta bantuan Ahmad Sudan petugas Razek di Makkah untuk membeli secara online karena appsnya menggunakan bahasa Arab.
Diantar oleh Ustad Hadiri, pendamping jamaah asal Madura, sebelum jadual keberangkatan 12.30 kami sudah berada di stasiun HHSR Madinah yang berjarak sekitar 25 menit menggunakan taxi dari Masjidl Haram. Desain stasiun kereta cepat di Madinah sangat futuristic. Pengunjung yang berada di stasiun ini seakan berada disebuah stasiun transportasi masa depan. Tidak memerlukan proses panjang, setelah barcode tiket ditempel pintu elektronik, penumpang diminta untuk duduk di ruang tunggu sebelum menuju jalur kereta yang akan membawa ke Madinah.
Proses mulai check in hingga boarding, mirip penumpang pesawat terbang. Di sarankan tidak membawa barang yang banyak, karena harus mengatur secara mandiri, seperti menempatkannya di tempat bagasi yang terletak di ujung gerbong kereta cepat.
Kereta cepat HHSR Madinah-Makkah terdiri dari beberapa gerbong. Mulai gerbong pertama untuk kelas bisnis, gerbong restaurant, gerbong regular/ekonomi. HHSR dilengkapi fasilitas toilet yang bersih, tempat barang, charger serta internet (sayang saat kami tumpangi fasilitas ini tidak berfungsi). Layaknya pramugara di pesawat, penumpang dilayani dengan penyediaan makanan dan minuman dalam perjalanan.
Di kelas bisnis, jarak antar kursi cukup lapang, karena hanya ada 3 kursi penumpang dalam satu baris kaki. Untuk penumpang yang punya postur badan tinggi, jangan kuatir karena tempat kaki selonjoran cukup lapang. Tersedia meja makan layaknya di pesawat kelas bisnis. tempat sampah, listrik untuk mengisi daya, dan bagasi di atas kepala untuk koper 7 kiloan.
Antara gerbong kelas ekonomi dan bisnis, tersedia kantin yang menyediakan berbagai menu makanan instan dan tentunya minuman hangat kopi khas Arab.
Tepat pukul 12.30 kereta cepat mulai bergerak. Tidak banyak penumpang bisnis yang mengisi gerbong pertama, hanya beberapa jamaah umroh dari Timur Tengah dan professional. Dengan suhu di luar kereta sekitar 42 derajat, kecepatan kereta terus makin cepat melintasi gurun pasir dari 100 km/jam dan maksimal mencapai 300 km perjam. Tidak perlu kuatir untuk lupa melakukan niat dari garis mikot. Karena akan ada pengumuman dan panduan untuk itu dari petugas.
Menurut Menteri Transportasi Dr Nabil al-Amoudi, pengoperasian kereta Haramain adalah rahmat Allah bagi kerajaan Arab Saudi untuk menghormati melayani para peziarah umrah dan haji. “Raja Salman meminta untuk melayani para jamaah dengan sebaik-baiknya, termasuk menyediakan layanan transportasi dasar sesuai dengan Visi Arab Saudi 2030,” katanya.
Proyek Kereta Cepat Haramain High Speed Railway sejalan dengan tujuan Visi 2030. Dan, tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan jumlah peziarah dan pengunjung ke Dua Masjid Suci itu, yakni Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Proyek kereta HHSE adalah adalah proyek kereta api listrik terbesar di Timur Tengah.
Sambil menikmati suguhan yang disediakan serta pemandangan gurun pasir yang dilalui, kereta cepat ini berlari dengan kecepatan penuh 300 kilometer per jam. dan akan menempuh jarak 490 km. Kereta Haramain menghubungkan lima stasiun: Makkah, Jeddah, Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah, Rabigh dan Madinah.
Kecepatan HHRS tidak selalu konstan sepanjang perjalanan, karena ada beberapa wilayah yang dilalui kecepatan kereta turun di bawah 300 km per jam. HHSR memiliki 5 stasiun pemberangkatan di King Abdulaziz International Airport (KAIA) Jeddah, Stasiun Jeddah, King Abdullah Economi City (KAEC) Rabigh, Mekkah dan Madinah.
Menaiki kelas bisnis kereta cepat di Arab Saudi menjadi sensasi sendiri yang berbeda. Di gerbong bisnis penumpangnya sangat terbatas. Meski melaju dengan kecepatan 300 km perjam, gerbong HHSR tetap nyaman dan tidak terasa guncangan kuat.
Sepanjang perjalanan pemandangan utama adalah gurun pasir tandus bebatuan. Sesekali terlihat kawanan Unta serta perkampungan asli Arab. Sesekali kereta cepat menembus terowongan gunung batu.
Kondisi wilayah Arab yang didominasi gurun pasir dan gunung batu bercadas bisa jadi menjadi kemudahan saat pengerjaan proyek kereta cepat di Arab Saudi. Sedangkan jalur rel yang melintas area kota dibuat di atas sehingga tidak mengganggu jalan raya.
Berbeda dengan kondisi lapangan proyek kereta cepat Jakarta Bandung yang harus menembus gunung, melalui lembah dan terkadang rel kereta harus dibangun di atas jalan.
Sampai stasiun Jeddah, kecepatan agak menurun dari 300 km perjam dan sampai di Stasiun Makkah tepat pukul 14.50 waktu setempat. Perjalanan sepanjang 490 km antara Medinah ke Makkah hanya di tempuh dalam waktu 2 jam 20 menit. Hampir tidak terasa dan pisik masih terasa segar meski mengenakan pakaian ihram.
Sampai di stasiun Mekkah, kami sengaja tidak menggunakan taxi, namun menaiki fasilitas bus komuter yang disediakan free untuk menuju hotel yang berada di depan Masjidil Harram. Hanya memakan waktu 25 menit, kami sudah sampai di pelataran Masjidil Harram dan langsung menunaikan ibadah umroh dengan kondisi badan masih segar. Sebuah pengalaman berkesan menjalankan ibadah umroh menggunakan fasilitas kereta cepat HHRS pasca pandemi. Tertarik mencoba?
Laporan :
Ir. Indra Utama, M.PWK
CEO Journalist Media Network
Ketua LSP AREA Indonesia
<p>The post Naik Kereta Cepat Perjalanan Madinah-Makkah Jadi Singkat first appeared on Property & Bank.</p>

Berita Keuangan & Perbankan | Sumber : Naik Kereta Cepat Perjalanan Madinah-Makkah Jadi Singkat | Property & Bank

Check Also

Kota Tua

Arsitektur Kota Tua Jadi Potensi Utama Pariwisata di Indonesia | Property & Bank

Propertynbank.com – Indonesia dengan ragam budayanya memiliki banyak peninggalan sejarah kota yang disebut Kota Lama, …

Leave a Reply

Your email address will not be published.