Thursday , 12 May 2022
Home / Uncategorized / Meskipun Terancam Krisis, OJK Sebut Kondisi Perbankan Nasional Sehat

Meskipun Terancam Krisis, OJK Sebut Kondisi Perbankan Nasional Sehat

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan kondisi perbankan nasional hingga kini masih dalam keadaan sehat ditengah ancaman krisis ekonomi global saat ini. “Dari 118 bank, sebagian besar memiliki rating II atau bagus dan hanya sekitar 10 persen yang rating III atau standar,” ujar Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III Irwan Lubis dalam siaran persnya hari ini, Jumat (28/8).

Pelemahan rupiah terhadap dolar dalam beberapa pekan ini belum memberikan ancaman serius terhadap pertumbuhan perbankan nasional. “Jadi dengan kurs Rp14.000 maupun Rp15.000 per dolar AS untuk saat ini tidak ada pengaruh bagi kondisi bank,” ujarnya.

Ia menyebutkan sejak Maret sampai Agustus 2015 lalu, kondisi perbankan sudah berubah. Hasil “stressed test” Maret 2015, memang ada lima bank yang berada di posisi lampu kuning, tetapi OJK punya siklus pengawasan dan OJK sudah bertemu dengan lima bank itu, walaupun sifatnya masih akan terjadi, tetapi OJK sudah melakukan aksi. Kini, tiga bank diantaranya sudah tambah modal dan berada pada posisi kuat.

Irwan menyebutkan stress test sering dilakukan termasuk pengaruhnya ke NPL dan sekarang NPL masih bisa dijaga di 2,55 persen gross, dengan perkiraan pada Juli hanya bertambah sediikit di 2,56 atau 2,58 persen. “Meski naik tapi CAR belum terpengaruh karena cadangan dan provisi masih cukup,” ujarnya.

Hingga Juni lalu, pertumbuhan industri perbankan berada di angka 4,18 persen (ytd). Dana tumbuh sekitar 4,5 persen. Masih terdapat pertumbuhan walaupun tidak secepat semester I 2015 (melambat karena pengaruh kondisi ekonomi).

Sementara akibat depresiasi rupiah, yang terkait adalah risiko pasar melalui neraca (liabilities dan aset valas) dan jenis banknya. Secara regulasi, “treshold” valas maksimal 20 persen dari modal. Saat ini, secara industri (posisi devisa netto) PDN industri masih sekitar lima persen.

Secara individual PDN 54 bank devisa ada di posisi PDN 2-10 persen jauh dari treshold. Dari 54 bank devisa itu, 51 bank posisinya “long”. Artinya meski rupiah melemah, “balance sheet” bank memberikan efek positif bagi laba-rugi.

Sedangkan dari sisi CAR 118 bank, menurut profil risiko kisarannya 10-14 persen. Artinya, CAR bank semua memenuhi CAR profil risiko. Paling rendah, secara individu CAR 11 persen, sementara yang paling tinggi bisa 35 persen. Rata-rata CAR industri 20,19 persen. (Antara)

Check Also

Raih Peringkat 9 Perguruan Tinggi Terbaik, Universitas Pancasila Catat Berbagai Prestasi

Universitas Pancasila Raih Peringkat Sembilan Dari 50 PTS Terbaik di DKI Jakarta

JAKARTA – Lewat kerjasama dan kerja keras civitas academica Universitas Pancasila, prestasi perguruan tinggi yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published.