Thursday , 19 May 2022
Home / Uncategorized / Mengerek Kualitas Menembus Batas

Mengerek Kualitas Menembus Batas

Menghadapi liberalisasi perbankan MEA tahun 2020, dimana bank-bank berstatus Qualified Asean Banks (QAB) akan bebas berekspansi ke berbagai negara ASEAN. Kondisi ini memaksa perbankan nasional untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) agar dapat bersaing di kancah bisnis internasional.

Agar menjadi pemenang di era pasar bebas tersebut, perbankan nasional dituntut memiliki sistem pelayanan berstandar global. Untuk itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yang lebih dikenal Bank BTN tak pernah berhenti berkarya, memenuhi tuntutan core business-nya dalam pembiayaan properti di Indonesia. Berbagai terobosan baru baik dari sisi produk maupun pelayanan dalam meningkatkan perannya sebagai bank fokus perumahan (mortgage bank) terus dilakukan.

Adalah percepatan proses persetujuan kredit pemilikan rumah (KPR) merupakan hal pertama yang dilakukan manajemen bank pelat merah tersebut. Tahun 2015, BTN menargetkan tingkat percepatan proses persetujuan KPR hingga 75 persen dalam lima hari, dari posisi tahun lalu hanya 40 persen.

Selain itu, menerbitkan obligasi senilai Rp3 triliun yang akan dipakai untuk mendukung ekspansi kredit perseroan. Upaya ini dilakukan karena aset BTN terutama rumah subsidi butuh dana jangka panjang sampai 20 tahun.

Bila KPR dibiayai dengan DPK (Dana Pihak Ketiga) jangka pendek, maka akan menimbulkan risiko miss match. Penerbitan obligasi diharapkan dapat memacu pertumbuhan bisnis di 2015 menjadi lebih baik ketimbang tahun sebelumnya.

Direktur Utama BTN, Maryono, menjelaskan, dalam menghadapi ketatnya persaingan bisnis di era globalisasi, pihaknya juga akan terus bertransformasi untuk bisa meningkatkan kinerja dengan menaikkan kapasitas produksi pembiayaan perumahan. “Dengan transformasi kita bisa meningkatkan kapasitas produksi dari pembiayaan 150 ribu unit rumah di 2014, nantinya rata-rata per tahun bisa 300 ribu unit. Ini belum termasuk program sejuta rumah,” paparnya.

Sedangkan dari sisi layanan, BTN terus melakukan terobosan dalam kemudahan akses informasi bagi masyarakat. Untuk itu, belum lama ini perseroan meluncurkan portal BTNproperti sebagai salah satu solusi mengatasi permasalahan perumahan di Indonesia. Media informasi berbasis online ini diyakini bisa menjadi icon baru dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan rumah. Melalui portal BTNproperti, segala kebutuhan akan rumah dengan mudah dan cepat dapat diperoleh masyarakat dan pengembang secara online.

“Masyarakat pun akan dapat melakukan pengajuan KPR secara online dengan persetujuan seketika. Proses aplikasi kredit dapat dipantau secara real time melalui portal BTNproperti dengan www.btnproperti.co.id,” imbuhnya.

Maryono meyakini, potensi bisnis di Indonesia terbilang luar biasa, dari sisi perumahan saja mencapai 13,5 juta unit ditambah kenaikan permintaan per tahun yang mencapai 400 ribu. Indonesia ibarat sebuah kapal besar dengan potensi yang sangat besar pula.

Kebutuhan rumah akan terus berjalan, tumbuh dan terus akan tumbuh. Para pelaku usaha terkait pembangunan perumahan di tanah air termasuk perbankan sebagai pendukung pembiayaan harus siap. Bank BTN pun siap mengawal tugas mulia dalam menyediakan rumah bagi masyarakat di Negeri tercinta. Selain itu, BTN akan memberikan peran lebih besar dalam mendukung Pemerintah menyiapkan program rumah nasional bagi masyarakat menengah bawah.

Indonesia masih menghadapi problematika besar dalam mengatasi masalah backlog perumahan. Hingga saat ini diperkirakan backlog mencapai 15 juta lebih unit rumah yang masih harus dipenuhi oleh pemerintah. Karena itu, diperlukan peran serta banyak pihak untuk mengatasi problematika perumahan tersebut.

Pemenuhan kebutuhan perumahan menjadi tanggung jawab bersama. Baik pemerintah, pengembang maupun perbankan perlu menyatukan visi dalam mewujudkan pemenuhan kebutuhan rumah untuk masyarakat. Apalagi jika melihat backlog perumahan yang akan terus bertambah jika tidak ada solusi untuk mengatasinya.

Selama ini, BTN memiliki peran vital dalam merealisasikan program Pemerintah sebagai solusi atas tingginya backlog perumahan nasional. Hal itu dapat dilihat dari kiprah Bank BTN yang masih menjadi pemimpin pasar pembiayaan perumahan di Indonesia, dengan total penguasaan pangsa pasar KPR sebesar 27,5 persen. Sedangkan untuk segmen KPR subsidi, peran Bank BTN sangat dominan dengan menguasai pangsa pasar lebih dari 95 persen dari total penyaluran FLPP tahun 2011, 2012 dan 2013.

Total KPR yang sudah disalurkan BTN sejak 1976 sampai dengan 2014 berjumlah sekitar Rp130 triliun yang telah dimanfaatkan oleh lebih dari 3,5 juta masyarakat Indonesia. Sementara, khusus untuk program rumah bersubsidi (FLPP), sejak dijalankan tahun 2010 hingga 2014 telah direalisasikan rumah lebih dari 368.000 unit dengan total kredit mencapai lebih dari Rp25 Triliun. Khusus FLPP, pada tahun 2014 terealisasi 93.000 unit dengan jumlah kredit lebih dari Rp7,9 triliun. Angka ini melampaui target Pemerintah yang hanya sekitar 58.000 unit.

Tahun ini BTN menargetkan kenaikan laba sampai di atas 40 persen sehingga CASA bisa 49-50 persen. Dengan peningkatan laba bersih tersebut, perseroan juga menargetkan kenaikan Net Interest Margin (NIM) di angka 5,2-5,4 persen dari tahun 2014 yang hanya 4,22 persen.

“Selain itu, kami juga akan menggenjot penyaluran kredit di tahun ini sebesar 17-20 persen dengan membidik perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai 19-22 persen. Sedangkan, total aset tahun ini diharapkan tumbuh sebesar 19-22 persen menjadi Rp176 triliun,” akunya.

Sedangkan hingga 2019 mendatang, menargetkan penguasaan pasar kredit pemilikan rumah sebesar 30 persen dari saat ini sekitar 27,5 persen pangsa pasar BTN di sektor pembiayaan KPR. Hal ini ditopang program Sejuta Rumah yang dianggap berpotensi meningkatkan pembiayaan. Selain itu, perseroan membidik pembiayaan 212 ribu unit rumah pada tahun ini. Angka tersebut meningkat dari perolehan tahun lalu sebesar 155 ribu unit rumah.

Tetap Optimistis

BTN tetap optimistis kinerja perseroan tahun 2015 akan lebih baik dari tahun 2014. Fundamental perbaikan bisnis yang mendatangkan sumber pendapatan bank telah disiapkan setelah perseroan melakukan mitigasi risiko secara serius pada tahun 2014. “Kami telah menyiapkan fokus bisnis dan inisiasi utama tahun 2015 dan oleh karena itu perseroan optimis kinerja tahun ini akan lebih baik,” katanya.

Dikatakan, bisnis tahun 2014 memberikan catatan tersendiri bagi perseroan karena dalam kondisi makro tidak kondusif, Bank BTN masih dapat bertumbuh secara positif. Beberapa indikator seperti kredit perbankan, dana pihak ketiga, NIM (net interest margin) tercatat terjadi penurunan diikuti dengan rasio kredit bermasalah perbankan yang meningkat.

Kredit perbankan menurun dari 21,6 persen tahun 2013 menjadi 11,58 persen pada tahun 2014. DPK setali tiga uang juga menurun dari 13,61 persen tahun 2013 menjadi 12,29 persen tahun 2014. Demikian halnya NIM turun dari 4,89 persen tahun 2013 menjadi 4,20 persen. Dan NPL (non performing loan) meningkat dari 1,77 persen tahun 2013 menjadi 2,20 persen.

Tahun 2014 perseroan mencatat aset tumbuh 10,22 persen dari posisi tahun 2013 menjadi Rp144,6 triliun. Kredit pada posisi yang sama tumbuh 15,38 persen menjadi Rp115,9 triliun. Dana pihak ketiga tumbuh 10,67 persen menjadi Rp 106,5 triliun. NPL turun menjadi 4,01 persen.

Untuk tahun 2015 perseroan telah melakukan inisiasi bisnis dengan fokus pada peningkatan hasil kerja aksi korporasi antara lain pertumbuhan kredit fokus pada sektor perumahan, pengembangan pertumbuhan bisnis baru, fokus pada dana pihak ketiga murah dan pendanaan jangka panjang, memperkuat permodalan.

Dengan inisiasi aksi korporasi tersebut, BTN mempunyai target pertumbuhan bisnis perseroan akan lebih baik. Aset kami rencanakan akan tumbuh antara 18 persen sampai dengan 20 persen. Kredit tumbuh di atas rata-rata industri pada kisaran 17 persen sampai dengan 19 persen.

Check Also

Raih Peringkat 9 Perguruan Tinggi Terbaik, Universitas Pancasila Catat Berbagai Prestasi

Universitas Pancasila Raih Peringkat Sembilan Dari 50 PTS Terbaik di DKI Jakarta

JAKARTA – Lewat kerjasama dan kerja keras civitas academica Universitas Pancasila, prestasi perguruan tinggi yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published.