Thursday , 7 July 2022
Home / Ekonomi / Ketika manisnya profit kedai kopi, tak sebanding bahaya COVID-19

Ketika manisnya profit kedai kopi, tak sebanding bahaya COVID-19

Kami tidak takut dan tidak pula panik, karena baiknya kita berpisah sementaraPekanbaru (ANTARA) – Melawan pandemi Virus Corona baru atau COVID-19 berkaitan dengan semua lapisan masyarakat, yang berkelindan dengan budaya juga kebiasaan orang di suatu daerah.

Di Pulau Sumatera, salah satu caranya adalah menghindari kebiasaan minum kopi bersama atau ngopi bersamo.

Berdasarkan pantuan Antara selama sepekan terakhir dari Senin hingga Sabtu di Pekanbaru, sangat sedikit pebisnis kuliner yang rela menutup sementara usaha mereka setelah wabah COVID-19 juga mencapai Riau.

Penerapan protokol kesehatan dalam bisnis kuliner untuk mencegah Virus Corona juga masih diragukan, terlebih lagi tidak ada pengawasan dari pihak otoritas.

Padahal, kedai kopi menjadi tempat berkumpulnya orang karena kuatnya budaya ngopi bersamo di Sumatera, mulai dari kedai kopi di pinggir jalan, ruko, hingga kafe di pusat perbelanjaan modern. Kebiasaan minum kopi menjadi tidak terelakan setiap hari sebagai bentuk guyub atau kerukunan warga, bagian dari negosiasi, hingga sebagai prestise yang menunjukkan status sosial seseorang.

Di daerah pesisir Riau seperti Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai, seorang yang menyalonkan diri sebagai anggota dewan, calon bupati hingga calon gubernur, pasti memilih strategi kedai kopi untuk kampanye. Seorang politisi tulen pasti akan membayar semua tagihan makan dan minum pengunjung kedai kopi untuk meningkatkan elektabilitasnya.

 

Berita Ekonomi | Sumber : Ketika manisnya profit kedai kopi, tak sebanding bahaya COVID-19

Check Also

Saham Spanyol "menghijau", indeks IBEX 35 terdongkrak 1,16 persen

Saham Spanyol berakhir negatif, indeks IBEX 35 terkikis 0,07 persen

Madrid (ANTARA) – Saham-saham Spanyol berakhir di zona negatif pada perdagangan Senin (29/3/2021), berbalik melemah …

Leave a Reply

Your email address will not be published.