Friday , 20 May 2022
Home / Uncategorized / Kepak Sayap Crown Group di Indonesia

Kepak Sayap Crown Group di Indonesia

Indonesia masih jadi destinasi investasi nomor dua di Asia versi Economist Corporate Network Asia Business Outlook Survey 2014, bahkan nomor empat dunia versi UNCTAD World Investment Prospect 2013-2015. Khusus sektor properti, Indonesia adalah surga untuk bisnis kawasan industri, dan residensial (ruman tapak).

Potensi Indonesia memang luar biasa, jumlah kalangan kelas menengah hingga elite (middle affluent) terus meningkat dari tahun ke tahun dengan daya beli tinggi. Mengutip data McKinsey Global Institute, pada 2012 saja, Indonesia punya 45 juta masyarakat kelas menengah yang mampu membelanjakan uangnya di luar kebutuhan pokok.

Jumlah tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat 16 kekuatan ekonomi dunia. Lima belas tahun kemudian, yakni 2030, Indonesia diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi ketujuh di dunia dengan jumlah consuming class mencapai 135 juta orang.

Sementara menurut Boston Consulting Group, jumlah kelas middle affluent Indonesia yang punya kemampuan belanja Rp2 juta hingga Rp10 juta per bulan mencapai 74 juta pada 2012, dan lima tahun kemudian membengkak hingga 141 juta orang. Jelas ini, sangat seksi dan menarik minat investor asing.

Peluang terbesar ada pada bisnis kawasan industri dan perumahan serta ruang ritel (pusat belanja). Ketiga sektor ini tengah mengalami jam properti meningkat atau artinya dalam akselerasi dan pemulihan.

Penelitian tersebut membuat Crown International Holding Group (Crown Group) mantap melebarkan sayap bisnis properti di Indonesia. Investasi yang akan direalisakan paling lambat sebelum akhir 2015 ini dilakukan melalui join venture anak usaha PT Crown International Indonesia dengan para mitra lokal di Indonesia.

Chief Executive Officer (CEO) Crown International Holding Group, Iwan Sunito, mengatakan, estimasi investasi tersebut berada di kisaran Rp10 hingga Rp15 triliun. Angka ini melebihi terget awal rencana pengembangan bisnis di Indonesia, yang sebesar Rp1 triliun. “Lokasinya ada tidak jauh dari Jakarta. Sekitar satu jam. Kita belum kasih tahu tempatnya dimana, nanti ketika semuanya sudah beres,” katanya di Jakarta, pertengahan April 2015.

Dia mengatakan, ekspansi tersebut menjawab keinginan pelanggan mengingat proyek Crown Group sangat diminati oleh masyarakat Indonesia di Australia. Saat ini, proyek superblok, integrated antara hunian, pusat bisnis, perkantoran, medical center, dan edukasi dalam satu kawasan tesebut sedang dalam proses pematangan desain.

Crown International akan terus melakukan ekspansi di wilayah Indonesia. Selain Jakarta, Surabaya dan Bali juga akan dibidik sebagai ekspansi investasi Crown. “Ke depan kita memperhitungkan wilayah-wilayah seperti di Surabaya dan Bali. Tapi tentu kita masih fokus yang di wilayah Jakarta dulu,” pungkasnya.

Iwan menjamin berapapun dana yang dibutuhkan untuk perluasan investasi di Jakarta maupun wilayah lain di tanah air. Terkait hal ini, Crown Group akan mengoptimalkan mitra bisnis baik investor perorangan maupun institusi dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Australia, Hongkong, Singapura, dan Jepang.

“Kami akan boyong investor mancanagara masuk ke Indonesia. Dengan begitu, secara bertahap nilai investasi Crown Group akan mencapai lebih dari Rp100 triliun dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan,” janji Iwan.

Catatan saja, Crown saat ini sedang mengembangkan empat proyek besar di kota Sydney yaitu Top Ryde City Living, Viking by Crown, V by Crown, dan Skye by Crown. Perusahaan ini pun percaya diri pendapatan penjualan properti (marketing sales). Sampai akhir tahun ini bisa mencapai 400 juta dolar Australia, atau tumbuh sekitar 33,33 persen di atas torehan penjualan 2013 yang sebesar 300 juta dolar Australia.

Salah satu kekuatan utama dari proyek-proyek prestisius Crown Group di Sydney adalah lokasi yang selalu berdekatan dengan pusat tranportasi publik, pusat kesehatan, institusi-institusi pendidikan ternama dan tentu saja pusat perbelanjaan. Ditopang kekuatan desain arsitektur menakjubkan serta fasilitas sesuai filosofi Crown Group, yaitu Resor Bintang Lima, menjadikannya sebagai salah satu pengembang utama di Australia dalam waktu relatif singkat (19 tahun).

Kini, Crown Group memiliki portofolio proyek yang sedang dikembangkan dalam lini usahanya senilai Rp38 triliun. Belum lama ini, Crown Group juga meluncurkan dua proyek prestisius di lokasi utama Sydney, Crown Green Square dan Crown Ashfield.

Check Also

Raih Peringkat 9 Perguruan Tinggi Terbaik, Universitas Pancasila Catat Berbagai Prestasi

Universitas Pancasila Raih Peringkat Sembilan Dari 50 PTS Terbaik di DKI Jakarta

JAKARTA – Lewat kerjasama dan kerja keras civitas academica Universitas Pancasila, prestasi perguruan tinggi yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published.