Thursday , 19 May 2022
Home / Korporasi / Google Uji Coba Balon Internet di Indonesia

Google Uji Coba Balon Internet di Indonesia

Jakarta (benchmarknews.co) – Perusahaan jasa dan produk internet Google segera mengujicoba teknologi balon internet di wilayah Indonesia Timur. Teknologi ini mampu mengatasi hambatan koneksi internet di wilayah yang tidak memiliki jaringan telepon seluler.

Chief Executive Officer (CEO) Project Loon Google Mike Cassidy memastikan uji coba program tersebut saat bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli, di Jakarta, Selasa (15/3). Menurut Rizal, pertemuan di Kantor Kemenko Kemaritiman tersebut merupakan tindak lanjut kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Google, beberapa waktu lalu.

Proyek balon internet selama ini telah diujicobakan di beberapa negara. Balon penyambung koneksi internet itu sangat efektif untuk wilayah Indonesia, khususnya di kawasan terpencil dan terluar, yang tidak memiliki jaringan telepon seluler.

“Indonesia ini punya masalah. Banyak rakyat kita terutama di luar Jawa, di Indonesia Timur, pulau terpencil, itu tidak punya akses telepon seluler karena tidak ada sinyal. Tidak ada tower (menara pemancar),” kata Rizal.

Di sisi lain, untuk membangun menara pemancar dibutuhkan biaya besar. Padahal Indonesia memiliki ribuan pulau yang memerlukan akses telekomunikasi.

“Dengan balon internet Google yang beredar reguler di atas khatulistiwa, dan ada transmitternya, semua orang Indonesia yang ada di tengah laut, puncak gunung, pulau terpencil, akan bisa lakukan komunikasi dengan ponsel,” jelas dia.

Balon internet juga diklaim murah karena berkonsep menara pemancar bergerak atau mobile tower. “Google minta akan coba proyek ini satu tahun. Setelah setahun, kita akan diskusikan dengan operator Indonesia,” tegas Rozal.

Sementara itu, CEO Project Loon Google Mike Cassidy mengatakan, balon internet dapat memberikan konektivitas kepada masyarakat di daerah terpencil di Indonesia. Meningkatnya koneksi internet, menurut dia, akan memberikan pendidikan, kesehatan yang lebih baik.

“Dan tentu saja keuntungan secara ekonomi,” ujar dia.

Mengutip penelitian PBB, Mike mengatakan, kenaikan 10% penetrasi internet akan meningkatkan 1,5%  pertumbuhan standar kehidupan per tahun. (mp)

 

Check Also

PI Canangkan Bangun Satu Hektar Satu Kecamatan

Jakarta – Para pengembang properti yang tergabung dalam Pengembang Indonesia (PI), bertekad akan membangun rumah …

Leave a Reply

Your email address will not be published.