Saturday , 2 July 2022
Home / Keuangan & Perbankan / Dukung Pengembangan Sektor Asuransi dan Dana Pensiun | Property & Bank

Dukung Pengembangan Sektor Asuransi dan Dana Pensiun | Property & Bank

Jakarta – Dalam upaya memperkuat ekosistem sektor asuransi dan dana
pensiun yang sehat dan berkelanjutan (sustainable), Indonesia Financial Group (IFG) sebagai
holding BUMN Asuransi, Penjaminan dan Investasi akan menggelar IFG International
Conference 2022 pada tanggal 30 dan 31 Mei 2022 dengan mengusung tema “Insurance and
Pension Fund: Transiting into digital and Green Economy Ecosystem”. Acara ini merupakan
The Most Progressive International Conference of Insurance and Pension Fund di Indonesia
yang bertujuan untuk memberikan kontribusi positif terhadap penguatan literasi di sektor
asuransi dan dana pensiun bagi pelaku industri, masyarakat luas serta pemangku kepentingan
terkait.
Dalam sosialisasi internasional forum ini, Direktur Utama IFG, Robertus Billitea, menjelaskan
bahwa IFG sebagai holding BUMN sektor asuransi, penjaminan, dan investasi dibentuk oleh
pemerintah dengan tujuan untuk berperan dan berkontribusi dalam pembangunan dan
pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan industri keuangan non-bank
khususnya bidang asuransi, penjaminan, dan investasi.
“IFG berkomitmen menghadirkan perubahan di bidang keuangan khususnya asuransi,
penjaminan, dan investasi yang akuntabel, prudent, dan transparan dengan landasan tata
kelola yang baik dan berintegritas. Semangat kolaboratif dan sinergitas menjadi landasan IFG
dalam bergerak untuk membangun ekosistem industri keuangan di Indonesia yang inklusif
dan berkelanjutan”, ujar Robertus.
“Salah satu inisiasi IFG dalam mendukung penguatan ekosistem industri keuangan tersebut
yakni melalui pembentukan IFG Progress sebagai lembaga “Think-Tank” dibawah holding IFG
yang berperan menghadirkan dan memberikan pemikiran-pemikiran progresif yang dapat
memberikan kontribusi salah satunya berupa policy initiatives dalam kebijakan strategis
industri jasa keuangan”, tambah Robertus.

Senior Executive Vice President (SEVP) IFG Progress, Reza Siregar, menambahkan sebagai
lembaga “Think Tank”, IFG Progress berkomitmen untuk menghasilkan dan menyampaikan
produk-produk hasil penelitian terkait dengan isu-isu strategis di industri jasa keuangan. IFG
Progress dapat menjadi fasilitator forum diskusi antar pakar di industri jasa keuangan. Dalam
jangka panjang, IFG Progress diharapkan juga dapat memberikan inovasi dalam memajukan
industri jasa keuangan Indonesia, khususnya pada industri keuangan non-bank.
“Sebagai lembaga “Think Tank”, IFG Progress berkomitmen untuk ikut berperan memperkuat
literasi dan edukasi sektor keuangan dan diharapkan dapat memberikan inovasi dalam
memajukan industri jasa keuangan, khususnya pada sektor asuransi dan dana pensiun,” kata
Reza.
Reza juga menambahkan bahwa bentuk komitmen IFG Progress untuk mewadahi kegiatan
diskusi tingkat internasional dengan melibatkan stakeholders penting di industri jasa
keuangan, yang sejalan dengan visi dan misi IFG Progress melalui penyelenggaraan IFG
International Conference 2022.

“IFG International Conference 2022 bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang
berbagai tantangan dibalik rendahnya literasi tentang industri asuransi dan dana pensiun.
Acara ini diharapkan menjadi tempat untuk belajar dari negara lain dalam membangun
industri asuransi dan dana pensiun, membahas infrastruktur dan pengelolaan industri,
mengidentifikasi tantangan yang akan datang baik itu terkait aturan maupun pengawasan
pada industri ini, serta belajar dari restrukturisasi asuransi yang kini sedang dilakukan,
termasuk juga pada aspek perlindungan konsumen,” tutur Reza.
IFG International Conference 2022 diselenggarakan selama dua hari secara hybrid yakni online
event melalui platform www.ifgconference.com dan undangan terbatas di Ballroom 3 Ritz
Carlton Pacific Place, Jakarta. Pada hari pertama, IFG International Conference 2022 akan
membahas terkait kondisi dan outlook makroekonomi global dan regional, yang kemudian
dilanjutkan dengan pembahasan terkait dampak digitalisasi dan green economy yang saat ini
menjadi fokus dalam strategi pengelolaan investasi. Pada hari kedua, acara akan difokuskan
pada sektor asuransi dan dana pensiun, serta pembelajaran dari restrukturisasi asuransi yang
sedang dilakukan, termasuk didalamnya aspek perlindungan konsumen.

Sebagai keynote speakers dalam konferensi internasional ini adalah Menteri Koordinator
Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri BUMN
Erick Thohir. Pada hari kedua konferensi ini akan menghadirkan tiga keynote speakers yaitu
Wakil Menteri BUMN II-Kartika Wirjoatmodjo, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia-Destry
Damayanti dan Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank, Otoritas Jasa
Keuangan (OJK)-Riswinandi. Beberapa narasumber internasional dan nasional dalam
konferensi antara lain Rajit Signh, Assistant Director of Monetary & Capital Market, IMF;
Taimur Baig, Chief Economist/Managing Director, DBS Bank Singapore; Gita Wirjawan,
Former Minister of Trade 2011 – 2014; Rahul Shah, Director of APAC Region, GSMA; dan Emma
Sri Martini, Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero).
Kondisi Terkini Sektor Keuangan Indonesia
Ibrahim Kholilul Rohman selaku Senior Research Associate IFG Progress menjelaskan bahwa,
berdasarkan studi, dalam lima tahun terakhir, struktur aset keuangan Indonesia masih
terkonsentrasi di sektor perbankan dengan kontribusi aset sebesar 59,5% terhadap PDB pada
tahun 2020. Sementara itu, Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) yakni sektor asuransi dan
dana pensiun hanya mencatatkan kontribusi aset masing-masing sebesar 8,5% dan 2,7%
terhadap PDB pada tahun 2020. Mengingat kondisi tersebut, diperlukan adanya upaya
penguatan sektor asuransi dan dana pensiun seiring dengan sektor tersebut merupakan salah
satu investor yang cukup besar di pasar keuangan.

“Sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) khususnya sektor asuransi dan dana pensiun
memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keuangan dan mendukung perekonomian
negara. Industri asuransi dan dana pensiun juga memiliki peranan penting dalam mendukung
pembangunan nasional dan ikut serta sebagai sumber pembiayaan domestik untuk
mendukung kegiatan perekonomian” tambah Ibrahim dalam acara tersebut.
Ibrahim juga menambahkan, pada negara-negara maju, meskipun sektor perbankan tetap
dominan, akan tetapi aset industri keuangan non-bank juga mengalami pertumbuhan aset
yang cukup pesat. Hal itu berbeda dengan struktur aset keuangan Indonesia yang masih
sangat didominasi oleh sektor perbankan, sementara aset industri keuangan non-bank
terpantau masih sangat terbatas. Untuk itu, Indonesia seharusnya bisa mengembangkan
industri keuangan non-bank sebagai industri yang juga mampu mendukung pembangunan
nasional dan perekonomian negara dan bersifat komplemen dengan industri perbankan yang
saat ini sudah jauh lebih matured.
<p>The post Dukung Pengembangan Sektor Asuransi dan Dana Pensiun first appeared on Property & Bank.</p>

Berita Keuangan & Perbankan | Sumber : Dukung Pengembangan Sektor Asuransi dan Dana Pensiun | Property & Bank

Check Also

Kota Tua

Arsitektur Kota Tua Jadi Potensi Utama Pariwisata di Indonesia | Property & Bank

Propertynbank.com – Indonesia dengan ragam budayanya memiliki banyak peninggalan sejarah kota yang disebut Kota Lama, …

Leave a Reply

Your email address will not be published.