Wednesday , 6 July 2022
Home / Properti / Dari Rumah Negeri Digenah, Budayakan WTP Indonesia | Property & Bank

Dari Rumah Negeri Digenah, Budayakan WTP Indonesia | Property & Bank

Propertynbank.com – Cus. Pagi-pagi, kami: saya, sahabat saya dr.Alwi Mujahit Hasibuan –yang dulu Ketua Umum Badko HMI Sumut dan my “&” Ina Aie Tanamas, juga Haikal dan Jack, beranjak ke luar kota. Tepatnya sub-urban yang menempel Jakarta. Yaitu: ke kawasan Serpong, mendekati Pamulang, Jalan Puspitek Raya, setelah melewati tol JORR. Menyiasati ganjil-genap.
Ada helat acara Halal Bi Halal di rumah mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsah. Pas jam 08.00 pagi tiba di rumah yang asri, dekat masjid, tetangga karib  banyak hadir. Tersebab pertolongan Allah dekat: نَصْرَ ٱللَّهِ قَرِي
Aha.. kami sukaria jumpa sahabat dan senior: ada kak Hanifah Husein, Ketua Umum Majelis Nasional Forum Alumni HMI Wati (Forhati). Dihadiri jamak alumni HMI asal Medan pun Jakarta. Bang Bachtiar Chamsah berkopiah dan kenakan baju batik kuning-coklat –tampak sehat. Rahmat Sori Alam Ketua Majelis Daerah Korp Alumni HMI (KAHMI) Tangerang Selatan (Tangsel) berbaju koko putih, banyak senyam senyum. Acara itu direkam AlimbasTV, juga smartphone hadirin yang ‘on’  bekerja.
Ada silaturahmi,  dan tentu saja pidato Anies. Sedikit mengulik  Formula E yang sukses besar, dari gagasan kepada karya –yang jurus membangun kota, kota akses dan milik bersama,  sholat dhuha–   juga energi jamaah yang  mendorongkan ke shaf depan.
Di sela acara –yang bisa diakses masyarakat sekitar walau qua-administratif warga Tangsel, bukan warga Jakarta — patik memberi buku kepada Gubernur Anies Baswedan. Tak lama bicara, diselingi foto dan rekam vidio dari warga dan jamaah yang hadir. Anies menjadi magnet hadirin-hadirat.
Saya berupaya memagnit Anies, tipis-tipis. Dengan memberikan buku bertitel ‘Ayat-Ayat Perumahan Rakyat’ (2018). Saya yakin Anies sukaria dengan buku.
Kapan itu? Ketika usai acara utama. Saat Anies berbaur. Berwicara dan bertukar sapa. Saya lupa harus makan lontong Medan dan roti jala khas Medan.
Bicara ke Anies saya lanjutkan. Dikerubungi warga. Adinda Jack –staf Ketua HMI Cabang Jakarta Barat sempat jepret-jepret mengambil foto momen ini.
“Pak Anies, berkenan atas buku ini ikhwal perumahan dan perkotaan”, daku menyapanya lekat-dekat.
“Ada analisis soal kebijakan reklamasi Teluk Jakarta”, ujarku. Sembari menjelaskan ringkas The Housing and Urban Development (HUD) Institute.
Namun tak banyak waktu. Hanya menunjukkan daftar isi yang ada 5 judul soal reklamasi dari total 77 esai/opini dalam buku jingga itu. Judul esai ke  27: ‘Menuju Kota Bahagia, Dari Rumah Negeri Digenah’.
Setop sampai di situ. Saya menahan diri. Tak hendak berlama-lama. Demi menghargai warga yang hendak menyapa dan sekadar salaman ke Anies.
Tatkala menerima buku AAPR  itu, alumni HMI asal Jogja itu sepi sejenak. Jantung saya laju berdetak. Kuatir tak berkenan. Apa gerangan hendak diujarkan? Sementata yang lain terus saja minta foto bersama. Sembari tegak dan senyum, asyik mengamati lembar-lembar awal,  beberapa jenak.
Sontak. Perlahan keluar suara. Beliau minta saya membubuhkan tandatangan di buku AAPR warna jingga itu. Warna yang pas dengan colour image kelab bola Persija,  dan idemditto warna logo Tebet Eco Park –yang baru diresmikan Anies pas 23 April 2022, yang membludak dan meraih viral.
“Supaya beda bukan yang beli di  toko”, ujar Anies yang saya ketahui sukaria sama buku.
Buku jingga saya  –yang tak dijual di toko buku bahkan toko bermerek dan mainstream–  berisi ikhwal perumahan dan perkotaan.  Mengikhtiarkan agar Gagasan pun Narasi dan jamak Karya dalam buku AAPR langsung diedarkan kepada Anies. Kepada Indonesia.
Majelis Pembaca. Ini soal penting. Substantif. Bisa digarap menjadi tesis dan disertasi. Bisa jadi modal pemimpin Indonesia.
Apa itu? Ini dia. Dari pidato Anies di acara kerjasama MW KAHMI Jaya-feat-MD KAHMI Tangsel dan Alimnas TV itu, dalam diam kepala saya mencatat paradigma pembangunan ala Anies. Sebut saja jurus gabungan sukses GNK dengan status WTP. Apa itu? Silakan lanjut membaca. Selow dan asyik lho.
Kata Anies,  “Membangun itu dari adanya Gagasan menjadikannya Narasi yang direalisasikan kepada Karya”. Penjelasan yang ‘ngotak’, istilah anak zaman sekarang.
Terbukti bukan hanya karya. Namun Karya yang dinilai asyik dan keren. Hasil pemeriksaan lembaga tinggi negara bernama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).  Sebagai kualitas dan dalam status: WTP –Wajar Tanpa Pengecualian. Tak hanya sekali, saudara-sausara. Bahkan 5 (lima) kali. Sepanjang usia jabatan. Prestasi langka. Menjadikannya budaya WTP bagi Indonesia.  Yang dibudayakan dari Ibukotanegara Jakarta. Menjadi Brave to be Greatnes of Indonesia.
Kiranya AAPR menjadi sumbangan bagi Gagasan-Narasi-Karya (sebut saja: GNK) ikhwal Housing and Urban Development (HUD), membangun Greatness of Indonesia. Mendai Indonesia. Tahniah.Tabik.
#Salam5Jari.
(Advokat Muhammad Joni, SH.,MH., Ketua Konsorsium Nasional Perumahan Rakyat, Sekum The HUD Institute, pendapat pribadi)
<p>The post Dari Rumah Negeri Digenah, Budayakan WTP Indonesia first appeared on Property & Bank.</p>

Berita Properti | Sumber : Dari Rumah Negeri Digenah, Budayakan WTP Indonesia | Property & Bank

Check Also

taman safari

Triniti Land Gandeng Taman Safari Kembangkan Tanamori | Property & Bank

Propertynbank.com – PT Perintis Triniti Properti Tbk melalui PT Tanamori Makmur Indonesia menandatangani perjanjian Kerjasama …

Leave a Reply

Your email address will not be published.