Thursday , 12 May 2022
Home / Makro / Cadangkan Minyak 15 Hari Butuh Anggaran Rp 8 Triliun

Cadangkan Minyak 15 Hari Butuh Anggaran Rp 8 Triliun

Jakarta (benchmarknews.co) – Pemerintah harus menyiapkan anggaran sebesar Rp 7-8 triliun untuk memiliki cadangan minyak strategis selama 15 hari. Ironinya, saat ini Indonesia tidak memiliki cadangan tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, cadangan minyak strategis adalah cadangan minyak untuk kebutuhan darurat dan mendesak. Cadangan ini tidak diperuntukkan untuk kebutuhan konsumsi.

“Cadangan minyak (strategis) kita sekarang nol. Karena itu akan dibicarakan dalam APBN-Perubahan untuk mulai dialokasikan, berapapun kecilnya,” kata Sudirman di Jakarta, Kamis (24/3).

Sudirman menjelaskan, pasokan cadangan minyak strategis berasal darei negara-negara OPEC maupun non-OPEC. Tentunya, ketentuan dan skema pembeliannya lebih fleksibel.

Jika DPR menyetujui alokasi anggaran cadangan minyak strategis dalam APBN-P 2016, pemerintah segera membeli minyak untuk cadangan selama 15 hari. Setelah empat atau lima tahun, kata Sudirman, periode waktu pencadangan bisa menjadi 30 hari.

Guna mendapatkan cadangan minyak strategis selama 15 hari, pemerintah membutuhkan waktu tiga tahun.. Anggarannya pun terbilang besar, yakni Rp7 triliun-Rp8 triliun per tahun.

Terkait anggaran, pasokan cadangan minyak strategis juga bakal terkendala oleh daya tampung kilang. Sudirman mengatakan, kilang yang ada saat ini tidak mencukupi untuk menyimpan minyak selama 15 hari

“Kilang yang ada hanya mampu untuk menyimpan cadangan selama 10 hari,” ujar Sudirman. (mp)

Check Also

Pengadilan Khusus Perikanan Bagi Penangkapan Ikan Ilegal

Benchmarknews.co – Menurut laporan Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2014 Indonesia telah mengalami kerugian hingga …

Leave a Reply

Your email address will not be published.