Monday , 16 May 2022
Home / Uncategorized / BUMN Karya Kantongi Rp17,9 T

BUMN Karya Kantongi Rp17,9 T

Kendati tren perlambatan ekonomi masih berlangsung tetapi minat investasi di Indonesia mulai terlihat. Lihat saja, hingga April 2015 empat kontraktor pelat merah berhasil mengantongi kontrak baru senilai Rp17,93 triliun.

Berdasarkan data yang dihimpun The Benchmark, menegaskan bahwa angka tersebut mengalami peningkatan 18,3 persen dari total target sepanjang tahun ini sebesar Rp97,7 triliun. Dimana perolehan kontrak baru tertinggi dibukukan oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. sebesar Rp7,6 triliun atau 27,63 persen dari total target tahun ini Rp27,5 triliun.

Adapun, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. membukukan kontrak baru terendah sebesar Rp2,8 triliun atau 11,9 persen dari total target tahun ini sebesar Rp23,4 triliun. Sementara PT Adhi Karya (Persero) Tbk. dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk masing-masing mengantongi kontrak baru sebesar Rp3,10 triliun dan Rp4,43 triliun.

Direktur Utama Wijaya Karya, Bintang Perbowo, mengatakan untuk meningkatkan kinerja bisnis tahun ini, perseroan akan terus melakukan eksapansi bisnisnya di luar negeri. Sekurangnya, ada tiga proyek di luar negeri yang akan digarap pada 2015. “Uangnya sudah siap, tender kami menang, nilainya sebesar USD92,7 juta,” ujarnya, di Jakarta.

Salah satunya, lanjut Bintang, di Timor Leste. Dia optimistis proyek tersebut, akan berjalan dengan baik. Apalagi, akses untuk mendapatkan bahan baku penunjang proyek itu mudah didapatkan. “Di Timor Leste budayanya mirip Indonesia, jadi mobilisasinya tidak sulitlah. Jadi, kalau memerlukan alat, material yang di sana tidak ada, kan bisa dikirim dari Surabaya, atau Bali, logistiknya juga tidak terlalu sulit,” tambahnya.

Proyek lainnya yang sedang digarap, yaitu pembangunan tiga tower (menara) rumah susun di Aljazair. Investasi yang dikeluarkan untuk satu tower sebesar Rp350 miliar. “Dengan tower lainnya, kira-kira jadi total Rp1 triliun,” ungkapnya.

Selain itu, Wijaya Karya juga akan membangun pabrik beton di Myanmar, sehingga di masa depan proyek-proyek infrastruktur di negara tersebut dapat menggunakan produknya, karena pasarnya masih besar.

“Yang Myanmar, kami sudah dapat kontrak. Kami mendirikan pabrik beton di sana. Potensinya masih sangat besar untuk proyek beton dan jembatan,” imbuhnya.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, Suradi, memaparkan perusahaan menargetkan kontrak baru sebesar Rp30,59 triliun pada tahun ini. Jika ditambah carry over pada 2014 sebesar Rp23,92 triliun, total kontrak yang akan digarap sebesar Rp54,52 triliun.

Komposisi kontrak baru berasal dari pemerintah sebesar 52,02 persen, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar 22,17 persen dan swasta 25,21 persen.

Tidak hanya itu, guna memperluas bisnis perusahaan, beberapa anak perusahaan Wika, yakni Wika Realty dan Wika Gedung berencana melantai di pasar modal. WIKA Realty ditargetkan dapat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) di 2015, sedangkan IPO (initial public offering) Wika Gedung ditargetkan pada 2016. “IPO dua anak usaha ini diharapkan dapat mengikuti kesuksesan IPO Wika Beton yang telah melantai di BEI pada 8 April 2014,” pungkas Suradi.

Check Also

Raih Peringkat 9 Perguruan Tinggi Terbaik, Universitas Pancasila Catat Berbagai Prestasi

Universitas Pancasila Raih Peringkat Sembilan Dari 50 PTS Terbaik di DKI Jakarta

JAKARTA – Lewat kerjasama dan kerja keras civitas academica Universitas Pancasila, prestasi perguruan tinggi yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published.