Thursday , 12 May 2022
Home / Uncategorized / Atasi Krisis, Pemerintah Siapkan Paket Kebijakan

Atasi Krisis, Pemerintah Siapkan Paket Kebijakan

JAKARTA – Pemerintah segera mengeluarkan paket kebijakan ekonomi untuk merespons kondisi perekonomian global saat ini. “Presiden meminta dan merinci satu paket kebijakan besar yang harus selesai minggu depan ini,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Kamis, 27 Agustus 2015.

Darmin mengatakan paket kebijakan yang akan dikeluarkan mencakup berbagai hal mulai sektor riil, keuangan, tax holiday, deregulasi, hingga kebijakan baru. “Tujuannya untuk memperlancar kegiatan ekonomi dan mendorong masuknya investasi, kita perlukan itu sekarang,” ujarnya.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menambahkan, pemerintah perlu mewaspadai ketidakpastian ekonomi global yang dapat memberikan tekanan terhadap banyak negara di dunia. “Apakah ada global economic slowdown? Iya, tapi buat saya bukan itu yang harus kita perhatikan. Yang harus diperhatikan adalah ketidakpastian ekonomi global yang dapat menjadi ancaman bagi semua negara,” ujarnya.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Bambang meminta semua pihak baik pemerintah maupun pelaku usaha bersikap antisipatif dan responsif terhadap perkembangan ekonomi global yang dinamis. “Siapa yang sangka China mendevaluasi Yuan, dan diperkirakan masih akan terus terjadi meskipun dengan cara tersembunyi atau bertahap,” kata dia.

Bambang menyatakan, kondisi ekonomi saat ini berbeda dengan kondisi ekonomi 1998, terutama dari sisi fundamentalnya. Saat ini defisit transaksi berjalan sudah lebih baik dan inflasi terkendali. “Pada 1998 kita tidak jaga stabilitas makro dan terbuai dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Sekarang kita sangat jaga stabilitas,” ujarnya.

Sementara dari sisi perbankan, rasio kecukupan modal (CAR) industri perbankan cukup baik mencapai di atas 20 persen dan rasio kredit bermasalah (NPL) mencapai 2,5 persen.

“LDR (rasio pinjaman terhadap simpanan) juga turun dari 92 persen menjadi 85 persen, jadi likuiditas ada. Yang belum ada adalah investasi oleh pengusaha. Saya paham mereka masih wait and see dan khawatir pada pergerakan dolar,” paparnya. (Antara)

 

Check Also

Raih Peringkat 9 Perguruan Tinggi Terbaik, Universitas Pancasila Catat Berbagai Prestasi

Universitas Pancasila Raih Peringkat Sembilan Dari 50 PTS Terbaik di DKI Jakarta

JAKARTA – Lewat kerjasama dan kerja keras civitas academica Universitas Pancasila, prestasi perguruan tinggi yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published.