Thursday , 19 May 2022
Home / Uncategorized / 13 Komponen Penyumbang Inflasi Agustus

13 Komponen Penyumbang Inflasi Agustus

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Agustus 2015 mencapai 0,39 persen, capaian itu terendah sejak 2007. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan inflasi tahun ke tahun mencapai tembus 7,18 persen (Year on Year), sedangkan tahun kalender (year to date) mencapai 2,29 persen.

“Komponen inti pada Agustus 2015 tercatat 0,52 persen, sedangkan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun mencapai 4,92 persen,” ujar dia dikantornya, Selasa, 1 September 2015.

Tercatat sebanyak 13 komponen ikut menjadi penyumbang terbesar inflasi antara lain: 1. Daging ayam ras dengan perubahan harga rata-rata 0,68 persen dan andil inflasi 0,08 persen. 2. Beras mengalami kenaikan harga 1,6 persen dan andil inflasi 0,06 persen. 3. Cabai rawit dengan perubahan harga 24,01 persen dan andil inflasi 0,05 persen karena kurangnya pasokan lantaran ada gagal panen di beberapa daerah.

4. Tahun ajaran baru sekolah dasar menyumbang perubahan harga 4,75 persen dan andil inflasi 0,04 persen. 5. Uang sekolah SMP/SLTP mengalami kenaikan 5,4 persen dan andil ke inflasi 0,03 persen karena memastuki tahun ajaran baru. 6. Uang sekolah SLTA naik 4,11 persen dengan andil inflasi 0,03 persen.

7. Mie mengalami kenaikan harga 1,39 persen dengan andil inflasi 0,02 persen. 8. Nasi dengan lauk dengan perubahan harga rata-rata 1,1 persen, andil ke inflasi 0,02 persen karena terkerek harga beras yang melambung.

9. Daging sapi naik 1,27 persen dengan andil inflasi 0,01 persen karena berkurangnya pasokan. 10. Tarif listrik dengan perubahan harga 0,25 persen dan andil inflasi 0,01 persen.

11. Uang sekolah Perguruan Tinggi naiknya 0,57 persen dengan andil inflasi 0,01 persen karena tahun ajaran baru.12. Bimbingan Belajar dengan perubahan harga 2,5 persen dan andil inflasi 0,01 persen. 13. Tarif jalan tol terjadi perubahan harga 16,68 persen dan andil inflasi 0,01 persen.

Dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), BPS mencatat sebanyak 59 kota mengalami inflasi dan 23 menyumbang deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 2,29 persen dan terendah terjadi di Sumenep, Kediri dan Probolinggo masing-masing 0,02 persen. Sementara, deflasi tertinggi terjadi di Ambon yaitu 1,77 persen.

Suryamin mengatakan dari 59 kota yang mengalami inflasi, sebanyak 37 kota menyumbang inflasi 0-0,5 persen, 18 kota mengalami inflasi 0,5-1 persen dan hanya empat kota yang menyumbang inflasi di atas satu persen. “Inflasi tinggi masih terjadi di kota-kota besar yang konsumennya banyak,” ujarnya. (Jay)

 

Check Also

Raih Peringkat 9 Perguruan Tinggi Terbaik, Universitas Pancasila Catat Berbagai Prestasi

Universitas Pancasila Raih Peringkat Sembilan Dari 50 PTS Terbaik di DKI Jakarta

JAKARTA – Lewat kerjasama dan kerja keras civitas academica Universitas Pancasila, prestasi perguruan tinggi yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published.